Peluang dan Tantangan Transformasi Digital



Hadapi tantangannya, raih peluangnya! Itulah yang setidaknya harus kita lakukan ya untuk menghadapi transformasi digital yang sedang terjadi saat ini. Sudah sangat terlihat kan perubahannya di sekeliling kita. Contoh kecilnya adalah munculnya kebiasaan baru yang lebih mudah dan menguntungkan, belanja misalnya. Ada peluang besar, sekaligus tantangan juga yang mau tidak mau musti kita hadapi.

Ketika merencanakan untuk transformasi digital, kita harus mengenali faktor perubahan budaya yang akan dihadapi baik untuk pekerja dan para pemimpin perusahaan agar dapat menyesuaikan diri saat mengadopsi dan bergantung pada teknologi asing. Transformasi digital telah memunculkan pasar tantangan unik dan peluang, dimana para pelaku bisnis harus bersaing dengan gesit terhadap para pesaing yang mengambil keuntungan dari rendahnya hambatan dalam menyediakan teknologi baru.

Sementara banyak generasi muda yang bermunculan dan memiliki ide-ide kreatif, bahkan anggota tertua dari Generasi Z yang sekarang berusia 19 tahun sudah mulai membuat perjalanan yang menyenangkan menuju sebuah pekerjaan impian mereka dengan memanfaatkan transformasi digital ini. Mereka bersemangat, lebih akrab dengan hal digital dengan pendekatan yang unik sebagai konsep bekerja. Nah, bagi milenial juga tentunya harus mampu beradaptasi dan bersaing dengan generasi Z ini.

Masyarakat kini sudah banyak yang sadar bahwa garis antara pekerjaan dan kehidupan pribadi semakin kabur (boundary less). Bekerja adalah sebuah pola pikir bagi mereka, bukan hanya satu set untuk menyelesaikan tugas-tugas atau tujuan yang ingin dicapai. Kita harus mampu secara konstan untuk akses ke email dan berkolaborasi melalui platform terbaru, dan selalu terhubung dengan orang lain. Untuk itulah, ruang kolaborasi semakin ramai sekarang ini dan menjadi bagian penting untuk mengembangkan potensi perkembangan bisnis seseorang.

Tantangan yang juga menjadi peluang bagi mereka yang jago dalam olah digital adalah, semua hal harus difokuskan pada teknologi yang terlibat, pemisahan antara kerja dan perangkat pribadi menjadi semakin langka dan sedikit perhatian mempengaruhi mentalitas mereka. Sementara itu, Generasi X yang sekarang biasanya mencapai tengah atau posisi manajemen senior. Milenial saat ini sudah mulai membuat kemajuan dan mengalami peningkatan karier. Dan tentu saja, kita memiliki Generasi Z yang tajam sebagai trailblazers, yang sudah meninggalkan sistem pendidikan dan memasuki dunia kerja.

Bisnis memang harus merangkul pola pikir terhadap teknologi yang unik ini dan konsep bekerja dalam rangka memenuhi kebutuhan dan pencapaian tujuan. Ini akan membuktikan strategi kunci untuk merangkul digitalisasi, meningkatkan kelincahan dan mengadopsi platform kolaborasi terbaru di bisnis ini. Jadi, siapapun yang mampu memanfaatkan peluang dan bisa menghadapi tantangan yang ada, pasti mampu bertahan dengan baik dan justru bisa mendapat keuntungan berlipat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *