Hasil Panen Go Online!

Siapa bilang petani di desa terpencil tidak bisa menjual produk desa ke luar daerah melalui internet? Di era digital ini, para petani dan penggiat pertanian telah membuktikan bahwa transaksi online tidak hanya berlaku bagi produk seperti kerajinan dan fashion saja. Kini, kita bahkan bisa menawarkan jagung yang baru atau akan panen sebulan lagi melalui toko di dunia maya.


Ada beberapa marketplace dan website yang sudah dirancang agar semua orang bisa dengan mudah menjual, membeli, berbagi konten pertanian, dan sebagainya. Dilengkapi pula dengan fitur Pre Order, yang artinya produk baru bisa tersedia pada kurun waktu tertentu yang sudah diprediksikan. Misalnya, satu bulan lagi karena panennya baru terjadi satu bulan. Kualitas produk, volume, dan harga juga bisa disesuaikan dengan permintaan pasar.

Website yang sudah aktif berjalan adalah www.usahadesa.com, sedangkan untuk marketplace diantaranya ada yang berbentuk aplikasi petani dari 8villages, LimaKilo, TaniHub, Argomaret dan Aplikasi Pantau Harga. Cara ini bakal menciptakan sistem transaksi yang tak perlu lagi melalui jaringan tengkulak yang selama ini menetapkan harga tak adil bagi para petani.

 

Selama ini, para petani menjual hasil pertaniannya pada satu tengkulak/pengusaha yang kabarnya sudah menjual hasil pertanian ini hingga ke luar negeri. Kalau para petani bisa memasarkan secara online, diharapkan mereka tidak hanya bergantung pada satu tengkulak saja. Mereka juga akan memiliki daya tawar untuk menentukan harga.

 

Ke depan, para petani akan siap untuk memasarkan hasil pertaniannya secara online, mengingat pemerintah pun sudah mendukung dengan membuat website yang dapat digunakan untuk pemasaran. Pelatihan IT juga sudah berjalan. Saat ini memang perlu ditumbuhkan semangat baru bagi petani muda di Indonesia. Karena di era milenial tidak mudah untuk mengajak anak muda menggeluti bidang pertanian. Lewat beragam pelatihan bagi petani muda, kita harus optimis bahwa kedaulatan pangan bisa terjaga. Kita butuh lebih banyak petani agar kebutuhan pangan tercukupi. Sehingga generasi muda harus mau menekuni lagi dunia pertanian dan terus belajar, bahwa masih banyak yang harus dilakukan untuk merambah ke dunia e-commerce jika petani tak ingin hanya menjadi penonton pada persaingan global ini. Kini saatnya petani Indonesia bangkit dan maju dengan memanfaatkan fasilitas teknologi digital.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *